{"id":10299,"date":"2021-09-02T05:30:38","date_gmt":"2021-09-02T05:30:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-blue-pansy\/"},"modified":"2021-09-03T01:41:29","modified_gmt":"2021-09-03T01:41:29","slug":"the-blue-pansy","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/","title":{"rendered":"The Blue Pansy"},"content":{"rendered":"<p><em>Junonia orithya <\/em>jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Junonia orithya <\/em>berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Junonia orithya <\/em>berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas.<br \/>\nLarva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat.<br \/>\nPupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10293,"parent":0,"menu_order":817,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10299","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-03T01:41:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1205.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/\",\"name\":\"The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_1205.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-02T05:30:38+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-03T01:41:29+00:00\",\"description\":\"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\\\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_1205.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_1205.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-blue-pansy\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Blue Pansy\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife","description":"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife","og_description":"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2021-09-03T01:41:29+00:00","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1205.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/","name":"The Blue Pansy (Junonia orithya) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1205.jpg","datePublished":"2021-09-02T05:30:38+00:00","dateModified":"2021-09-03T01:41:29+00:00","description":"Junonia orithya jantan memiliki sayap depan berwarna hitam sampai coklat tua dengan pita keputihan di subapikal, dua garis oranye dan dua garis biru pada bagian cell, dua bintik mata pada bagian post-discal. Sayap belakangnya berwarna biru terang dengan bintik mata berwarna oranye di bagian post-discal, space 2 dan 5. Kupu-kupu betina memiliki warna yang mirip namun coraknya lebih kusam. Sisi bawah sayap jantan dan betina berwarna coklat keabu-abuan dengan tanda samar berwarna oranye\/coklat dan bintik mata seperti sayap atas. Larva : larva Junonia orithya berbentuk silinder, panjangnya 1,3 mm, berwarna hijau kekuningan dan ditutupi oleh banyak turbekel kecil berwarna gelap, setae panjang dan gelap. Selanjutnya warna ulat berubah menjadi coklat gelap hingga hitam, pada tahap instar terakhir kapsul kepala memiliki tanda oranye di sisi samping dan atas, dua tanduk apikal hitam, pendek dan kecil di kepala terlihat. Pupa : pupa Junonia orithya berwarna coklat tua, coklat pucat di bantalan sayap dan ventrum, pita keputihan membentang di punggung sekat kremaster dan bagian tengah perut. Panjang pupa 17 \u2013 19 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1205.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1205.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-pansy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Blue Pansy"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10439,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10299\/revisions\/10439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}