{"id":10358,"date":"2021-09-02T07:20:43","date_gmt":"2021-09-02T07:20:43","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-common-caerulean\/"},"modified":"2021-09-03T02:22:47","modified_gmt":"2021-09-03T02:22:47","slug":"the-common-caerulean","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/","title":{"rendered":"The Common Caerulean"},"content":{"rendered":"<p><em>Jamides celeno<\/em> memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Jamides celeno <\/em>berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Jamides celeno <\/em>berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2.<br \/>\nLarva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya.<br \/>\nPupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10336,"parent":0,"menu_order":825,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10358","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-03T02:22:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0234.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1715\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/\",\"name\":\"The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_0234.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-02T07:20:43+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-03T02:22:47+00:00\",\"description\":\"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_0234.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_0234.jpg\",\"width\":1715,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-caerulean\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Common Caerulean\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife","description":"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife","og_description":"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2021-09-03T02:22:47+00:00","og_image":[{"width":1715,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0234.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/","name":"The Common Caerulean (Jamides celeno) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0234.jpg","datePublished":"2021-09-02T07:20:43+00:00","dateModified":"2021-09-03T02:22:47+00:00","description":"Jamides celeno memiliki sisi sayap atas berwarna biru keputihan dengan garis tepi gelap di ujung sayap depan pada jantan, pada betina sayap berwarna lebih putih atau coklat dengan garis tepi gelap yang lebih lebar di kedua sayap. Sisi bawah sayap berwarna keabuan sampai coklat muda dengan garis-garis keputihan. Pita di daerah post discal sayap depan merupakan lanjutan dari vein 3 ke 7. Tiap sayap belakangnya memiliki bintik hitam dengan mahkota berwarna oranye di daerah tornal dan ekor berfilamen dengan ujung putih terletak di ujung vein 2. Larva : larva Jamides celeno berbentuk silinder, berwarna kuning pucat, kapsul kepalanya hitam, permukaan tubuhnya ditutupi setae halus dan panjang. Warnanya menjadi hijau pucat atau tua dengan garis lateral coklat kemerahan dan setaenya memendek pada instar selanjutnya. Pupa : pupa Jamides celeno berwarna coklat kekuningan pucat dengan bintik coklat dan hitam, bentuknya khas lycaenid, panjangnya sekitar 9 \u2013 10 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0234.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0234.jpg","width":1715,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-caerulean\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Common Caerulean"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10443,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10358\/revisions\/10443"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}