{"id":10412,"date":"2021-09-02T08:15:07","date_gmt":"2021-09-02T08:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-common-lascar\/"},"modified":"2021-09-03T02:33:33","modified_gmt":"2021-09-03T02:33:33","slug":"the-common-lascar","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/","title":{"rendered":"The Common Lascar"},"content":{"rendered":"<p><em>Pantoporia hordonia<\/em> memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Pantoporia hordonia<\/em> saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat <em>Pantoporia hordonia<\/em> dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Pantoporia hordonia<\/em> dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar.<br \/>\nLarva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat.<br \/>\nPupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10408,"parent":0,"menu_order":833,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10412","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-03T02:33:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_5365.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1715\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/\",\"name\":\"The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_5365.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-02T08:15:07+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-03T02:33:33+00:00\",\"description\":\"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_5365.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_5365.jpg\",\"width\":1715,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-lascar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Common Lascar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife","description":"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife","og_description":"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2021-09-03T02:33:33+00:00","og_image":[{"width":1715,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_5365.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/","name":"The Common Lascar (Pantoporia hordonia) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_5365.jpg","datePublished":"2021-09-02T08:15:07+00:00","dateModified":"2021-09-03T02:33:33+00:00","description":"Pantoporia hordonia memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua hingga hitam dengan garis oranye. Pada sayap depan terdapat garis oranye lebar dengan dua lekukan kecil, garis submarginal oranye dengan garis abu-abu tipis di sisi dalam dan bintik-bintik post-discal di ruang 2 dan 3. Sayap belakang memiliki garis subbasal yang melintasi dasar cell dan garis basal yang melintasi costa, bagian punggung thoraxnya memiliki pita oranye kecil sejajar dengan garis cell sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna coklat pucat hingga coklat tua seperti marmer, memiliki garis oranye pucat sesuai dengan sisi atasnya, umumnya lebih besar. Larva : larva Pantoporia hordonia saat menetas memiliki tubuh berbentuk silinder, berwarna hijau pucat, kapsul kepalanya berwarna coklat pucat dan tubuhnya ditutupi turbekel kecil dan setae pendek. Pada instar ke 2 ulat berwarna kecoklatan pucat dengan rona kulit hijau, kepala berwarna coklat pucat dan permukaan tubuh dan kepalanya ditutupi banyak turbekel keputihan dengan setae pendek. Tahap selanjutnya ulat Pantoporia hordonia dapat tumbuh dalam dua bentuk warna, bentuk hijau dengan badan dan kepala berwarna hijau pucat serta bentuk coklat dengan badan dan kepala berwarna coklat. Pupa : pupa Pantoporia hordonia dapat berwarna kehijauan atau kecoklatan tergantung warna ulat pada instar terakhir. Bagian dada dan anterior perutnya lebar, selubung sayap melebar ke samping, dorsum dada terangkat dan bersudut. Terdapat bintik keperakan menghiasi dorsum mesothorax, metathorax dan segmen abdominal pertama. Panjang pupa sekitar 10 \u2013 13 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_5365.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_5365.jpg","width":1715,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-lascar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Common Lascar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10447,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10412\/revisions\/10447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}