{"id":10576,"date":"2021-09-03T07:06:05","date_gmt":"2021-09-03T07:06:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-common-three-ring\/"},"modified":"2021-09-03T07:06:05","modified_gmt":"2021-09-03T07:06:05","slug":"the-common-three-ring","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/","title":{"rendered":"The Common Three-Ring"},"content":{"rendered":"<p><em>Ypthima pandocus<\/em> memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Ypthima pandocus <\/em>memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Ypthima pandocus <\/em>berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda.<br \/>\nLarva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat.<br \/>\nPupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10566,"parent":0,"menu_order":845,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10576","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9141.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/\",\"name\":\"The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_9141.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-03T07:06:05+00:00\",\"description\":\"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_9141.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_9141.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-three-ring\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Common Three-Ring\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife","description":"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife","og_description":"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9141.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/","name":"The Common Three-Ring (Ypthima pandocus) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9141.jpg","datePublished":"2021-09-03T07:06:05+00:00","description":"Ypthima pandocus memiliki sayap sisi atas berwarna coklat keabu-abuan pada daerah subapikal terdapat oselus berukuran besar, pupilnya ganda dan memiliki cincin kuning. Pada sayap belakang terdapat dua oselus cincin kuning di ruang 1b dan 2. Kupu-kupu jantan memiliki tanda kelamin berwarna hitam keabuan di area distal sayap depan. Sisi bawah sayap berwarna keabu-abuan pucat hingga coklat dengan garis-garis halus berwarna coklat tua. Pada daerah subapikal sayap depan terdapat oselus berpupil ganda dan bercincin kuning. Sayap belakang memiliki tiga oselus cincin kuning di ruang 1b, 2 dan 6. Oselus pada ruang 1b berpupil ganda. Larva : larva Ypthima pandocus memiliki tubuh berwarna kekuningan, bagian lateral dan posteriornya merah muda.panjang awal tubuhnya 2.5 mm, ditutupi deretan setae panjang di area dorso lateral dan lateral. Kepalanya berwarna coklat kekuningan dengan sepasang tanduk pendek dan bulat. Pupa : pupa Ypthima pandocus berwarna coklat atau hijau, bentuknya agak bersudut, panjang pupa sekitar 12 \u2013 13 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9141.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9141.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-three-ring\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Common Three-Ring"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10576\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}