{"id":10953,"date":"2021-09-06T06:28:14","date_gmt":"2021-09-06T06:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/kupu-kupu-pastur\/"},"modified":"2021-09-06T06:28:14","modified_gmt":"2021-09-06T06:28:14","slug":"kupu-kupu-pastur","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/","title":{"rendered":"Kupu-Kupu Pastur"},"content":{"rendered":"<p><em>Papilio memnon <\/em>jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Papilio memnon <\/em>pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri.<br \/>\nLarva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10941,"parent":0,"menu_order":863,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10953","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7177.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/\",\"name\":\"Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7177.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-06T06:28:14+00:00\",\"description\":\"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7177.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7177.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/kupu-kupu-pastur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Kupu-Kupu Pastur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife","description":"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife","og_description":"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7177.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/","name":"Kupu-Kupu Pastur (Papilio memnon) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7177.jpg","datePublished":"2021-09-06T06:28:14+00:00","description":"Papilio memnon jantan memiliki sayap atas berwarna hitam dengan garis-garis kebiruan berdebu, sayap bawah berwarna hitam dengan garis kebiruan, pangkal sayap berwarna merah, terdapat bercak merah pada bagian tornal. Pola warna spesies ini sangat bervariasi, tercatat 4 bentuk pola warna pada jantan dan 26 bentuk pada betina, hal ini disebabkan oleh polimorfisme untuk mimikri. Larva : larva Papilio memnon pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna coklat, kepalanya berwarna coklat kekuningan, bagian tubuh diatas kepala dan ujung abdomen berwarna putih, duri berwarna coklat muda. Pada tahap akhir instar larva berwarna hijau dengan warna putih di bagian sisi bawahnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7177.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7177.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/kupu-kupu-pastur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Kupu-Kupu Pastur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10953\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}