{"id":11055,"date":"2021-09-06T08:16:32","date_gmt":"2021-09-06T08:16:32","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-malay-lacewing\/"},"modified":"2021-09-06T08:16:32","modified_gmt":"2021-09-06T08:16:32","slug":"the-malay-lacewing","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/","title":{"rendered":"The Malay Lacewing"},"content":{"rendered":"<p><em>Cethosia hypsea <\/em>memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. <em>Cethosia hypsea <\/em>dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Cethosia hypsea <\/em> memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Cethosia hypsea <\/em>menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat.<br \/>\nLarva : larva Cethosia hypsea  memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang.<br \/>\nPupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11047,"parent":0,"menu_order":875,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-11055","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7172.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/\",\"name\":\"The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7172.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-06T08:16:32+00:00\",\"description\":\"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7172.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_7172.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malay-lacewing\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Malay Lacewing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife","description":"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife","og_description":"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7172.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/","name":"The Malay Lacewing (Cethosia hypsea) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7172.jpg","datePublished":"2021-09-06T08:16:32+00:00","description":"Cethosia hypsea memiliki sayap bergigi, terlihat seperti gigi gergaji pada sayap belakang. Warna sayap atasnyanya oranye-merah cerah dengan tepi lebar berwarna hitam, sisi bawahnya oranye-merah dengan pita putih dan bintik atau garis hitam membentuk pola yang rumit. Batas sayap berwarna gelap dan berlekuk dengan pola tanda putih mirip renda. Cethosia hypsea dewasa berwarna lebih cerah untuk memperingatkan predator akan racunnya. Individu betina memiliki sedikit bercak berwarna putih kekuningan di bagian dorsal dan warna sayapnya lebih pucat. Larva : larva Cethosia hypsea memiliki bentuk badan silindris berwarna coklat kekuningan, panjang tubuh sekitar 3 mm. Kepalanya berwarna hitam, di ruas toraks pertamanya terdapat sepasang duri hitam pendek. Tubuhnya ditutupi tubecles gelap dengan masing-masing satu setae panjang. Seiring waktu warna tubuhnya menjadi merah anggur gelap dan setaenya menjadi lebih panjang. Pupa : pupa Cethosia hypsea menggantung secara vertikal, berwarna coklat pucat berbintik-bintik dengan bercak putih dan hitam. Panjang pupa sekitar 26 \u2013 29 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7172.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_7172.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malay-lacewing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Malay Lacewing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}