{"id":11292,"date":"2021-09-07T02:40:01","date_gmt":"2021-09-07T02:40:01","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-quaker\/"},"modified":"2021-09-07T02:40:01","modified_gmt":"2021-09-07T02:40:01","slug":"the-quaker","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/","title":{"rendered":"The Quaker"},"content":{"rendered":"<p><em>Neopithecops zalmora<\/em> memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Neopithecops zalmora<\/em> memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Neopithecops zalmora<\/em> berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a.<br \/>\nLarva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut.<br \/>\nPupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11281,"parent":0,"menu_order":895,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-11292","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_8113.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/\",\"name\":\"The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_8113.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-07T02:40:01+00:00\",\"description\":\"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_8113.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_8113.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-quaker\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Quaker\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife","description":"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife","og_description":"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_8113.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/","name":"The Quaker (Neopithecops zalmora) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_8113.jpg","datePublished":"2021-09-07T02:40:01+00:00","description":"Neopithecops zalmora memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua, pada individu betina terdapat bercak cakram putih di sayap depannya. Sisi bawah sayap berwarna keputihan dengan serangkaian bintik-bintik coklat tua dan hitam serta serangkaian striae post-discal terputus-putus. Pada sayap belakangnya terdapat titik hitam yang mencolok di ruang 7 dekat costa dan titik hitam dengan ukuran yang lebih kecil di ruang 1a. Larva : larva Neopithecops zalmora memiliki tubuh berwarna hijau pucat kekuningan, kapsul kepala berwarna hijau kekuningan, tubuhnya ditutupi setae lateral. Pada instar ke-4 pelindung prothoracic menjadi lebih besar dan terlihat daripada instar sebelumnya, warnanya lebih terang dan telah terdapat organ nektar di punggung yang merupakan bagian dari simbiosis mutualisme dengan semut. Pupa : pupa Neopithecops zalmora berbentuk lycaenid yang khas, warnanya hijau kekuningan dengan bercak hitam atau coklat tua menghiasi tubuhnya. Panjang pupa sekitar 7 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_8113.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_8113.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-quaker\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Quaker"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}