{"id":11640,"date":"2021-09-15T09:27:01","date_gmt":"2021-09-15T09:27:01","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/burung-berkecet-biru-tua\/"},"modified":"2021-09-15T09:27:01","modified_gmt":"2021-09-15T09:27:01","slug":"burung-berkecet-biru-tua","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/","title":{"rendered":"Burung Berkecet Biru Tua"},"content":{"rendered":"<p><em>Cinclidium diana <\/em>merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11636,"parent":0,"menu_order":941,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[198,192],"class_list":["post-11640","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-burung","encyclopedia-category-hewan","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/\",\"name\":\"Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-09-15T09:27:01+00:00\",\"description\":\"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-berkecet-biru-tua\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Burung\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/burung\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Burung Berkecet Biru Tua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife","description":"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife","og_description":"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/","name":"Burung Berkecet Biru Tua (Cinclidium diana) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-09-15T09:27:01+00:00","description":"Cinclidium diana merupakan burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di hutan Indonesia. Burung jantan tampak berwarna biru tua yang agak kegelapan di bagian hampir seluruh tubuhnya. Pada bagian dahi tampak berwarna putih perak. Paruh dan kaki berwarna hitam pekat dengan mata berwarna agak kehitaman. Sedangkan bagi burung betina tampak berwarna cokelat kemerahan di bagian atas tubuhnya mulai dari pipi, kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Pada bagian bawah tubuhnya mulai dari dada dan area perut terlihat berwarna abu-abu keputihan yang agak kusam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cinclidium-diana-by-Carlos-N.-G.-Bocos-Source-iNaturalist.jpeg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-berkecet-biru-tua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Burung","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/burung\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Burung Berkecet Biru Tua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11640\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}