{"id":12511,"date":"2021-09-30T13:58:07","date_gmt":"2021-09-30T13:58:07","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-fluffy-tit\/"},"modified":"2021-09-30T13:58:07","modified_gmt":"2021-09-30T13:58:07","slug":"the-fluffy-tit","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/","title":{"rendered":"The Fluffy Tit"},"content":{"rendered":"<p><em>Zeltus amasa<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Zeltus amasa<\/em> berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Zeltus amasa<\/em> berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2.<br \/>\nLarva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus.<br \/>\nPupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12506,"parent":0,"menu_order":1054,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12511","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1951\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/\",\"name\":\"The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-09-30T13:58:07+00:00\",\"description\":\"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1951,\"height\":1366},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-fluffy-tit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Fluffy Tit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife","description":"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife","og_description":"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1951,"height":1366,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/","name":"The Fluffy Tit (Zeltus amasa) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-09-30T13:58:07+00:00","description":"Zeltus amasa jantan memiliki sayap sisi atas berwarna hitam, area baso-dorsal sayap depan dan area sayap belakang kecuali apikal berwarna biru pucat. Spesies betinanya berwarna coklat pucat dengan areal tornal keputihan yang ditandai dengan bintik hitam marginal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna putih dengan area apikal sayap depan berwarna coklat kemerahan. Sayap belakangnya memiliki bintik hitam kecil di dasar ruang 7, bintik hitam besar di ruang 2, dan satu bintik hitam di lobus tornal, terdapat dua pasang ekor putih panjang di ujung vein ke 1b, lebih pendek di ujung vein ke 2. Larva : larva Zeltus amasa berwarna hijau kekuningan, permukaannya ditutupi oleh setae pendek dan halus. Pupa : Pupa Zeltus amasa berwarna kehijauan dengan dua tanda hijau kekuningan di dorsal, satu di segmen toraks dan lainnya di segmen abdomen. Terdapat sepasang bintik coklat di area toraks, sedangkan pada bagian abdominal terdapat dua baris bintik coklat. Bentuk pupa melebar kesamping, tidak seperti lycaenid pada umumnya yang memanjang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Zeltus-amasa-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","width":1951,"height":1366},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-fluffy-tit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Fluffy Tit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}