{"id":12579,"date":"2021-10-01T07:57:51","date_gmt":"2021-10-01T07:57:51","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-king-crow\/"},"modified":"2021-10-01T07:57:51","modified_gmt":"2021-10-01T07:57:51","slug":"the-king-crow","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/","title":{"rendered":"The King Crow"},"content":{"rendered":"<p><em>Euploea phaenareta<\/em> merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Euploea phaenareta<\/em> berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Euploea phaenareta<\/em> berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang.<br \/>\nLarva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8.<br \/>\nPupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12574,"parent":0,"menu_order":1070,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12579","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1434\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/\",\"name\":\"The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-10-01T07:57:51+00:00\",\"description\":\"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":2048,\"height\":1434},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-king-crow\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The King Crow\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife","description":"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife","og_description":"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":2048,"height":1434,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/","name":"The King Crow (Euploea phaenareta) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-10-01T07:57:51+00:00","description":"Euploea phaenareta merupakan spesies terbesar dari genusnya, sayapnya besar berwarna coklat tua di sisi atasnya dengan serangkaian bintik diskal, pasca diskal dan submarginal berwarna keputihan dengan semburat ungu. Bintik-bintik diskal dan post-diskal berukuran lebih besar ke arah puncak. Pada puncak sayap belakangnya terdapat bercak keputihan. Warna dan corak sisi bawah sayap sama dengan sisi atasnya. Individu jantan memiliki bercak besar dan menonjol di sel sayap belakang. Larva : larva Euploea phaenareta berbentuk silinder berwarna transparan saat menetas, selanjutnya berwarna putih dengan pita hitam seperti belang. Memiliki tanduk di segmen thorax 2, 3 dan segmen abdominal ke 8. Pupa : Pupa Euploea phaenareta berwarna perak dengan garis berwarna coklat pucat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Euploea-phaenareta-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","width":2048,"height":1434},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-king-crow\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The King Crow"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}