{"id":12663,"date":"2021-10-04T14:36:05","date_gmt":"2021-10-04T14:36:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-malayan-sunbeam\/"},"modified":"2021-10-04T14:36:05","modified_gmt":"2021-10-04T14:36:05","slug":"the-malayan-sunbeam","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/","title":{"rendered":"The Malayan Sunbeam"},"content":{"rendered":"<p><em>Curetis santana<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Curetis santana<\/em> berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Curetis santana<\/em> berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan.<br \/>\nLarva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya.<br \/>\nPupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12659,"parent":0,"menu_order":1090,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12663","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1143\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/\",\"name\":\"The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-10-04T14:36:05+00:00\",\"description\":\"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1143,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-malayan-sunbeam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Malayan Sunbeam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife","description":"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife","og_description":"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1143,"height":800,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/","name":"The Malayan Sunbeam (Curetis santana) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-10-04T14:36:05+00:00","description":"Curetis santana jantan memiliki sayap sisi atas berwarna oranye terang dengan pinggiran hitam, pada betina warna sayap lebih pucat dan pinggiran hitamnya lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna putih keperakan dengan bintik-bintik hitam yang tersebar. Pada sayap depannya terdapat pita post-discal yang membentang dari costa dekat puncak menuju dorsum. Kakinya berwarna oranye kemerahan. Larva : larva Curetis santana berwarna kekuningan hingga coklat kemerahan, namun pada instar ke 4 dan 5 warnanya berubah menjadi hijau pucat. Tubuhnya ditutupi setae pendek dan pada segmen abdominal ke-8 terdapat sepasang tanduk silindris panjang berwarna hitam, saat ulat merasa terganggu tentakel akan keluar dari tanduknya. Pupa : Pupa Curetis santana berwarna hijau giok dengan sejumlah bintik putih di permukaannya, bentuknya setengah bola dan permukaan bawahnya rata.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Curetis-santana-by-dhfischer-Source-iNaturalist.jpeg","width":1143,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-sunbeam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Malayan Sunbeam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}