{"id":12777,"date":"2021-10-05T14:58:37","date_gmt":"2021-10-05T14:58:37","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-red-helen\/"},"modified":"2021-10-05T14:58:37","modified_gmt":"2021-10-05T14:58:37","slug":"the-red-helen","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/","title":{"rendered":"The Red Helen"},"content":{"rendered":"<p><em>Papilio helenus<\/em> memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Papilio helenus<\/em> berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, <em>Papilio helenus <\/em>juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit.<\/p>\n<p>Pupa : &#8211;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas.<br \/>\nLarva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit.<br \/>\nPupa : &#8211;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12773,"parent":0,"menu_order":1112,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12777","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1950\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/\",\"name\":\"The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-10-05T14:58:37+00:00\",\"description\":\"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1950,\"height\":1365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-red-helen\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Red Helen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife","description":"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife","og_description":"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1950,"height":1365,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/","name":"The Red Helen (Papilio helenus) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-10-05T14:58:37+00:00","description":"Papilio helenus memiliki sayap berwarna dasar hitam, pada sisi atas sayap terdapat bercak putih besar di sayap belakangnya yang tersembunyi saat kupu-kupu beristirahat, namun terlihat menonjol saat terbang. Terdapat tambahan garis putih seperti berdebu di sayap depan, sedangkan di sayap belakang terdapat sederet tanda merah berbentuk bulan sabit di sub-marginal sayap belakang. Penampakan sisi bawah sayap sama dengan sisi atas. Larva : larva Papilio helenus berwarna hijau dengan belang-belang hitam putih dan abu. Seperti spesies Papilio lainnya, Papilio helenus juga dapat mengeluarkan osmeterium, seperti tanduk bercabang dua saat merasa terancam. Osmeterium ini mengeluarkan cairan berbau tidak sedap yang dapat mengusir predator dan parasit. Pupa : -","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Papilio-helenus-by-K-W-Liu-Source-iNaturalist.jpeg","width":1950,"height":1365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-red-helen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Red Helen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}