{"id":12870,"date":"2021-11-22T02:09:39","date_gmt":"2021-11-22T02:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-studded-sergeant\/"},"modified":"2021-11-22T02:09:39","modified_gmt":"2021-11-22T02:09:39","slug":"the-studded-sergeant","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/","title":{"rendered":"The Studded Sergeant"},"content":{"rendered":"<p><em>Athyma asura<\/em> memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Athyma asura<\/em> berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Athyma asura<\/em> berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi.<br \/>\nLarva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang.<br \/>\nPupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12856,"parent":0,"menu_order":1130,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12870","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2034\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1424\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/\",\"name\":\"The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-11-22T02:09:39+00:00\",\"description\":\"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":2034,\"height\":1424},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-studded-sergeant\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Studded Sergeant\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife","description":"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife","og_description":"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":2034,"height":1424,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/","name":"The Studded Sergeant (Athyma asura) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-11-22T02:09:39+00:00","description":"Athyma asura memiliki sayap sisi atas berwarna hitam dengan tanda berwarna putih, sel sayap depan memiliki garis basal pendek dengan bintik lebar di luarnya, terdapat bintik putih pasca-discal di ruang 3. Pada sayap belakang terdapat serangkaian bintik putih pasca-discal dengan 2-3 bintik memiliki bintik hitam di bagian dalamnya. Sayap sisi bawah berwarna coklat jingga dengan tanda yang sama dengan sisi atas, tepi sayapnya bergerigi. Larva : larva Athyma asura berwarna coklat tua dengan sepasang duri dorso-lateral bercabang di prothorax, segmen ke-1 dan ke-5 abdominal berwarna keputihan hingga kekuningan. Selain itu juga terdapat duri dorso-lateral panjang, bercabang dan menonjol di segmen thoracic ke-2 dan 3, segmen abdominal ke-2 dan 5. Kapsul kepalanya berwarna coklat tua hingga hitam dengan turbekel berwarna coklat. Pada instar terakhir mendekati masa prepupa tubuhnya berubah warna menjadi hijau muda dengan turbekel berwarna biru terang. Pupa : Pupa Athyma asura berwarna coklat pucat dengan garis-garis berwarna coklat tua, segmen perutnya ramping, bagian dada lebih besar dan meluas ke samping. Kepompong memiliki sepasang tanduk cephalic besar dan melengkung.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Athyma-asura-by-Bruce-Mitchener-Source-iNaturalist.jpeg","width":2034,"height":1424},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-studded-sergeant\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Studded Sergeant"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12870\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}