{"id":14143,"date":"2022-01-31T12:10:44","date_gmt":"2022-01-31T12:10:44","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/asian-blood-tail\/"},"modified":"2022-01-31T12:10:44","modified_gmt":"2022-01-31T12:10:44","slug":"asian-blood-tail","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/","title":{"rendered":"Asian Blood Tail"},"content":{"rendered":"<p><em>Lathrecista asiatica<\/em>memiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14126,"parent":0,"menu_order":1316,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[209,192,200],"class_list":["post-14143","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-capung","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_7961.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/\",\"name\":\"Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_7961.jpg\",\"datePublished\":\"2022-01-31T12:10:44+00:00\",\"description\":\"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_7961.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_7961.jpg\",\"width\":1713,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/asian-blood-tail\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Capung\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/capung\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Asian Blood Tail\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife","description":"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife","og_description":"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1713,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_7961.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/","name":"Asian Blood Tail (Lathrecista asiatica) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_7961.jpg","datePublished":"2022-01-31T12:10:44+00:00","description":"Lathrecista asiaticamemiliki mata abu-abu coklat dan ekor merah darah dan pada bagian ujungnya berwarna hitam. Capung jantan memiliki badan yang kecil, dadanya berwarna coklat tembaga dengan sepasang garis kuning paralel di sisi punggung dan kuning di bagian samping. Bagian abdomen berwarna merah, kecuali dua segmen terakhir yang berwarna hitam. Capung betina memiliki warna yang lebih pucat daripada jantan. Bagian abdomennya berwarna merah kecoklatan sedangkan bagian dadanya berwarna orange.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_7961.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_7961.jpg","width":1713,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/capung\/asian-blood-tail\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Capung","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/capung\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Asian Blood Tail"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/14143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/14143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=14143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}