{"id":15969,"date":"2022-05-06T05:32:41","date_gmt":"2022-05-06T05:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/deaths-head-hawkmoth\/"},"modified":"2022-05-06T05:32:41","modified_gmt":"2022-05-06T05:32:41","slug":"deaths-head-hawkmoth","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/","title":{"rendered":"Death&#8217;s Head Hawkmoth"},"content":{"rendered":"<p><em>Acherontia lachesis <\/em>berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak.<\/p>\n<p>Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak.<br \/>\nLarva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan. <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":15945,"parent":0,"menu_order":1548,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,212,200],"class_list":["post-15969","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-ngengat","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Death&#039;s Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Death&#039;s Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_6424.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/\",\"name\":\"Death's Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/IMG_6424.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-06T05:32:41+00:00\",\"description\":\"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/IMG_6424.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/IMG_6424.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/deaths-head-hawkmoth\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Ngengat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/ngengat\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Death&#8217;s Head Hawkmoth\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Death's Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife","description":"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Death's Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife","og_description":"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_6424.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/","name":"Death's Head Hawkmoth (Acherontia lachesis) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_6424.jpg","datePublished":"2022-05-06T05:32:41+00:00","description":"Acherontia lachesis berwarna coklat kekuningan dengan ciri utama yaitu terdapat motif tengkorak pada bagian thoraxnya. Sayap depan bagian atasnya memiliki bintik cakram kecil berwarna putih dan berdampingan dengan bercak hitam yang berada pada ujung sel cakram di dekat bagian dasar sayapnya. Garis yang dekat dengan bagian hitam tersebut membentuk pola seperti cincin. Sayap belakang bagian atas memiliki bercak hitam yang besar pada bagian tengah basal. Jumlah bercak hitam pada bagian abdomen dan sayap berbeda pada jantan dan betina, umumnya lebih banyak ditemukan pada abdomen jantan daripada betina. Antena yang dimiliki oleh jantan lebih panjang dibandingkan betina. Bagian atas thorax memiliki bulu berwarna merah, selain itu bulu merah tersebut juga ditemui pada ujung motif tengkorak. Larva berkisar antara 95-125 mm berwarna trikromatik yaitu hijau, kuning dan abu-abu. Sedangkan pupanya berkisar antara 57-87 mm dengan warna merah kecoklatan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_6424.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_6424.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/ngengat\/deaths-head-hawkmoth\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Ngengat","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/ngengat\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Death&#8217;s Head Hawkmoth"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/15969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/15969\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=15969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}