{"id":19856,"date":"2022-10-20T05:42:24","date_gmt":"2022-10-20T05:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/saddleback-anemonefish-amphiprion-polymnus\/"},"modified":"2023-01-31T07:07:02","modified_gmt":"2023-01-31T07:07:02","slug":"ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/","title":{"rendered":"Ikan Nemo Kuning"},"content":{"rendered":"<p>Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry.<\/p>\n<p><strong>Ukuran:<\/strong> 11 cm<\/p>\n<p><strong>Habitat:<\/strong> Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut.<\/p>\n<p><strong>Distribusi:<\/strong> Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19858,"parent":0,"menu_order":1955,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[231,261,259],"class_list":["post-19856","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-biota-laut","encyclopedia-category-ikan-badut","encyclopedia-category-ikan-bersirip","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-31T07:07:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1259\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/\",\"name\":\"Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-10-20T05:42:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-31T07:07:02+00:00\",\"description\":\"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1799,\"height\":1259,\"caption\":\"Photo by terence zahner, Source iNaturalist\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Biota Laut\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/biota-laut\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Ikan Bersirip\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Ikan Badut\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/biota-laut\\\/ikan-bersirip\\\/ikan-badut\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Ikan Nemo Kuning\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife","description":"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife","og_description":"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2023-01-31T07:07:02+00:00","og_image":[{"width":1799,"height":1259,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/","name":"Ikan Nemo Kuning (Amphiprion polymnus) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2022-10-20T05:42:24+00:00","dateModified":"2023-01-31T07:07:02+00:00","description":"Amphiprion polymnus, umumnya dikenal sebagai ikan badut punggung pelana atau ikan anemon sirip kuning, adalah spesies ikan hitam putih yang dikenal dengan pola pelana yang khas. Spesies ikan anemon ini membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut dan dilindungi dari tentakelnya yang menyengat. Spesies ini mengikuti hirarki yang ketat berdasarkan ukuran, dengan ikan terbesar adalah betina, diikuti oleh jantan pembiakan, dan kemudian jantan non-pembiakan yang lebih kecil. Jika indukan betina mati, indukan jantan akan berubah menjadi betina dan bukan indukan terbesar akan menjadi indukan jantan. Perilaku ini dikenal sebagai protandry. Ukuran: 11 cm. Habitat: Ikan ini biasanya menghuni terumbu karang dan berasosiasi dengan anemon laut, yang menyediakan tempat tinggal dan perlindungan. Ikan badut punggung pelana adalah spesies yang berasosiasi dengan terumbu yang dapat ditemukan di laguna dangkal dan terumbu karang yang dilindungi ke arah laut. Distribusi: Wilayah Indo-Pasifik, termasuk Great Barrier Reef, Filipina, Indonesia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Kepulauan Line, Marquesas, dan Tonga","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Saddleback-Anemonefish-Amphiprion-polymnus-photo-by-terence-zahner-Source-iNaturalist.jpeg","width":1799,"height":1259,"caption":"Photo by terence zahner, Source iNaturalist"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/ikan-nemo-kuning-amphiprion-polymnus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Biota Laut","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/biota-laut\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Ikan Bersirip","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/biota-laut\/ikan-bersirip\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Ikan Badut","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/biota-laut\/ikan-bersirip\/ikan-badut\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Ikan Nemo Kuning"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/19856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/19856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20127,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/19856\/revisions\/20127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=19856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}