{"id":29021,"date":"2025-01-28T11:29:30","date_gmt":"2025-01-28T11:29:30","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/indonesian-giant-cricket-29013\/"},"modified":"2025-01-28T11:29:47","modified_gmt":"2025-01-28T11:29:47","slug":"indonesian-giant-cricket-29013","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/","title":{"rendered":"Indonesian Giant Cricket"},"content":{"rendered":"<p>Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29016,"parent":0,"menu_order":480,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[430,426,424],"class_list":["post-29021","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-28T11:29:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_2611-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1792\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/\",\"name\":\"Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_2611-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-28T11:29:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-28T11:29:47+00:00\",\"description\":\"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_2611-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_2611-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1792,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/indonesian-giant-cricket-29013\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Jangkrik dan Belalang\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Indonesian Giant Cricket\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife","description":"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife","og_description":"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-01-28T11:29:47+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1792,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_2611-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/","name":"Indonesian Giant Cricket (Family Stenopelmatidae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_2611-scaled.jpg","datePublished":"2025-01-28T11:29:30+00:00","dateModified":"2025-01-28T11:29:47+00:00","description":"Stenopelmatidae, yang umumnya dikenal sebagai jangkrik Yerusalem atau jangkrik pasir, adalah famili dalam ordo Orthoptera, yang terkenal karena tubuhnya yang besar dan kuat serta penampilan kepalanya yang khas seperti manusia. Jangkrik ini terutama ditemukan di bagian barat Amerika Utara dan di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan, tumbuh subur di berbagai habitat, termasuk gurun kering dan lantai hutan yang lembap. Stenopelmatidae tidak bisa terbang dan terutama aktif di malam hari, menghabiskan sebagian besar hari di bawah tanah dan muncul di malam hari untuk mencari makan dan kawin. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari bahan organik, akar tanaman, dan invertebrata kecil, menjadikannya pengurai penting dalam ekosistem mereka. Jangkrik Yerusalem paling dikenal karena panggilannya yang keras dan menabuh, yang dihasilkan dengan memukul perut mereka ke tanah, suatu bentuk komunikasi yang digunakan selama ritual kawin. Meskipun penampilannya agak menakutkan, mereka tidak berbahaya bagi manusia tetapi dapat memberikan gigitan yang menyakitkan jika diprovokasi. Sifat perilaku dan morfologi mereka yang unik membuat Stenopelmatidae menjadi subjek yang menarik baik secara ekologis maupun ilmiah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_2611-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_2611-scaled.jpg","width":2560,"height":1792,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/indonesian-giant-cricket-29013\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Jangkrik dan Belalang","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Indonesian Giant Cricket"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29022,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29021\/revisions\/29022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=29021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}