{"id":9163,"date":"2021-08-19T07:27:19","date_gmt":"2021-08-19T07:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/jalak-bali\/"},"modified":"2021-08-19T07:27:19","modified_gmt":"2021-08-19T07:27:19","slug":"jalak-bali","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/","title":{"rendered":"Jalak Bali"},"content":{"rendered":"<p><em>Leucopsar rothschildi<\/em> adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9152,"parent":0,"menu_order":3265,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[198,192],"class_list":["post-9163","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-burung","encyclopedia-category-hewan","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG_9944.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/\",\"name\":\"Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/IMG_9944.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-19T07:27:19+00:00\",\"description\":\"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/IMG_9944.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/IMG_9944.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/jalak-bali\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Burung\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/burung\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Jalak Bali\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife","description":"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife","og_description":"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG_9944.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/","name":"Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG_9944.jpg","datePublished":"2021-08-19T07:27:19+00:00","description":"Leucopsar rothschildi adalah jenis burung pengicau yang berukuran sedang, dengan panjang 25 cm dengan berat 107.75 gram, termasuk ke dalam suku Sturnidae. Spesies ini lebih dikenal dengan nama \u201cCurik Bali\u201d, merupakan hewan endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Tubuh individu jantan lebih besar dan gagah daripada individu betina. Ukuran kepala jantan lebih besar dan berbentuk panjang, serta berjambul panjang, sedangkan ukuran kepala betina lebih kecil dan cenderung membulat dengan jambul lebih pendek. Warna tubuhnya dominan putih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya terdapat warna hitam dengan lebar 25 mm. Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2\u20133 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman. Kicauannya sangat khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG_9944.jpg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG_9944.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/jalak-bali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Burung","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/burung\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Jalak Bali"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/9163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/9163\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=9163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}