{"id":9348,"date":"2021-08-20T12:27:56","date_gmt":"2021-08-20T12:27:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/burung-anis-kembang\/"},"modified":"2021-08-20T12:27:56","modified_gmt":"2021-08-20T12:27:56","slug":"burung-anis-kembang","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/","title":{"rendered":"Burung Anis Kembang"},"content":{"rendered":"<p><em>Zoothera interpres <\/em>termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mata\">mata<\/a>\u00a0dan kelopaknya,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bulu\">bulu<\/a>\u00a0dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tengkuk\">tengkuk<\/a>\u00a0berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Punggung\">punggung<\/a>\u00a0berwarna abu-abu kehitam-hitaman. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Dada\">Bagian dada<\/a>, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sayap\">sayap<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ekor\">ekor<\/a> berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sayap\">sayap<\/a>\u00a0yang mencolok, bagian <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pipi\">pipi<\/a>\u00a0abu-abu dengan tanda putih, dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perut\">perut<\/a>\u00a0berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh.<\/p>\n<p>Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh.<br \/>\nUntuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9344,"parent":0,"menu_order":3241,"template":"","meta":{"footnotes":""},"encyclopedia-category":[198,192],"class_list":["post-9348","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-burung","encyclopedia-category-hewan","description-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1894\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1326\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/\",\"name\":\"Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-08-20T12:27:56+00:00\",\"description\":\"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1894,\"height\":1326},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/burung\\\/burung-anis-kembang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Burung\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/burung\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Burung Anis Kembang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dev.baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife","description":"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife","og_description":"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya","og_url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1894,"height":1326,"url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/","name":"Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-08-20T12:27:56+00:00","description":"Zoothera interpres termasuk burung yang monomorfik, untuk membedakan jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Ciri umumnya yaitu berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Bagian dada, sayap dan ekor berwarna kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, bagian pipi abu-abu dengan tanda putih, dan perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Untuk ciri khusus pada jantan yaitu bagian mata nya terlihat menonjol, dengan bulu yang berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Postur tubuh individu jantan juga rata, dan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Sedangkan untuk individu betina bagian matanya tidak menonjol atau datar, hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Postur tubuhnya cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Individu jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/#primaryimage","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Zoothera-interpres-by-Ingkayut-Sa-ar-Source-iNaturalist.jpeg","width":1894,"height":1326},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/burung\/burung-anis-kembang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Burung","item":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/burung\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Burung Anis Kembang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/9348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/9348\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=9348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}